LAUWA _ BIRING BULU’ TANAH KELAHIRANKU

Kala senja dipagi hari, sebening embun dipucuk daun, cahaya surya berkilau dibalik awan putih, menembus diatara rimbunnya dedaunan, menghangatkan jiwa yang sedang gundah, cahaya pagi membelah ruang kosong di antara kesunyian jiwa, kicau burung yang merdu masih terdengar di mana-mana seakan menyanyikan sebuah syair tentang alam yang begitu indah.
Sepercik kata syair diatas adalah sedikit gambaran tentang kampung halamanku,tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan, kehidupan yang serba alami membuat kehidupan orang- orang di sana terasa aman dan tentram. Udara yang ku hirup benar-benar sejuk tanpa ada polusi, memang nama kampungku masih jarang terdengar Orang menyebutnya di kota. “Lauwa, Biring Bulu” Sebuah Kecamatan yang sejuk, asri, indah, dan segalanya, tempat aku lahir dan dibesarkan. Sering aku merindunya.
“Lauwa” adalah kelurahan yang ada di kecamatan “Biring Bulu” Kabupaten Gowa, Sulawaesi Selatan, indonesia. Lauwa dibagi menjadi beberapa Dusun dan Desa, memiliki udara yang sejuk, bahkan dingin. Daerahnya yang berbukit-bukit merupakan penghasil komoditas pertanian terbesar di kabupaten Gowa seperti, jagung, ubi dsb.
Aku memang sekarang aku tidak stay di sana terus, hanya ketika libur kerja saja pulang kampung. Tetapi Nenek,dan seluruh keluarga Ibu dan bapak, masih tinggal di sana, Kembali pada topik di atas, aku akan sedikit menuangkan kerinduan pada Kampung halamanku tercinta . Di lauwa, udara sangat dingin, kabut yang sering datang tanpa diundang. Nah, dengan begitu air menjadi suatu barang yang sangat sejuk di siang hari, dan terasa seperti air es ketika pagi buta dan sore. Konyolnya lagi, aku hingga seusia ini, kalau lagi pulang kampung mandi 1 kali dalam sehari saja sulit bagi aku, mungkin karena aku terbiasa dengan udara yang panas, sehingga air di kampungku terasa air dari kulkas, hehehe. Tidak hanya udara dan air yang dingin yang membuat “lauwa” selalu istimewa bagiku. Pemandangan yang masih hijau dan asri menjadi penenang jiwa yang tiada batasnya. Hamparan kebun kopi, kayu, pisang,bambu, dan sayur-sayuran lainnya sangat memanjakan mata. Di tambah dengan suasana yang tidak bising, dengan kehidupan sosial masyarakat yang masih tertata rapi diselimuti oleh adat-istiadat dan norma kebiasaan yang masih serba tradisional. Membuatku selalu berkeinginan untuk kembali tinggal menetap setelah Kehidupan ini bisa jauh lebih bagus “Ammoteremi tauwwa mange rikamponga” cari terjemahannya di Google” dalam bahasa bugis makassar. Hehehehe……….
Aku berharap Biring Bulu ”lauwa” tetap menjadi tempat yang terindah buat aku sepanjang masa.
Di tulis oleh: Tirta WidjayaBIRING BULU GOWA

2 thoughts on “LAUWA _ BIRING BULU’ TANAH KELAHIRANKU

Jadilah Orang Pertama mengomentari tulisan kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s