Kenangan Yang Terhempas

kandidatSecerca harapan masa lalu 3 tahun silam itu, untuk dikenang. Meski untuk mengingatnya butuh ketabahan hati, perlu ketegaran dan linangan air mata. Secerca ingatan itu pilu, manis dan perih. Sepenggal  harapan itu adalah impian yang sirna, kenyataan yang menyedihkan. Harapan itu adalah racun kehidupan masa lalu, madu dari kenangan yang terhempas. Inilah harapan itu menjadi catatan kelam masa laluku. Aku ada di kota itu, ketika harapan hampir sirna, berharap bisa dapat sedikit cahaya terang di kota ini. Aku tiba di sebuah pemondokan teman, tapatnya di jantung kota. Saat itu yang bisa saya lakukan hanya berbaring manatapi langit-langit kamar yang sudah usang. “ Sang Dewi Putri Pujaanku” Raut wajah itu timbul tenggelam dalam pikiran ini, semakin lama semakin nyata di mata ini, dan semakin sulit terlepas. Pikiranku melayang seakan menyusuri gelapnya malam, mencari setitik cahaya terang. Tersadar ternyata fajar telah menjemputku dan memanggilku untuk menyusuri hari-hari yang panjang itu. Aku mulai melangkah layaknya seorang petualang, mencari jejak-jejak yang hilang. Jejak yang penuh kasih. Aku berhenti pada tempat yang pernah mengisahkan kenangan itu, saat aku mengenal “Pujaan Hatiku”. Saat itu aku mengenal di tempat itu. Tempat bunga yang sedang mekar itu, Di mana aku pernah menjaganya, Menjaga kelopaknya agar tetap mekar, menjadi penghias taman cintaku yang kutitipkan. Meski debu melumurinya, aku yakin ia tidak akan usang,  Hasrat untuk menikmati pesonanya selalu bergelora. Bayang-bayang tentang dirinya tidak mau pergi dari ingatanku, Raut tentang dirinya tak mau pergi dari benakku. Mimpi tentang dirinya sudah tertindih di ranjang tidurku.

Aku semakin tersiksa, karena harapan itu tak mampu kuubah dalam impian yang nyata, tetapi demi pesonamu. Ku biarkan impian itu menghadirkan semangat yang menyala-nyala pada cahaya cintaku yang tak akan padam. Yah.. teringat Pipi lembutmu menarik senyum saat aku memandangmu. Pandanganmu begitu terarah. Aku semakin hanyut dalam pesona keindahanmu. Membuat aku semakin terlelap dalam impian untuk bisa selalu barsamamu. Takdir telah membawaku untuk terhanyut dalam badai cintamu.

Impian ini hinggap pada dahan cemara. Impian yang tidak mampu menyibak misteri atas pikiran ini. Haruskah aku menganggap cinta ini sebagai tamu asing  yang datang di malam hari dan meninggalkanku di esok hari, lalu apakah aku akan mengira perasaan ini adalah sebuah mimpi yang akan berlalu saat aku terjaga daritidurku. “padahal aku tidak sedang bermimpi, ini adalah kenyataan yang menghantui hari-hariku. Keindahanmu telah menjadi sumber penderitaan jiwaku. Karena itu pula jiwa ini telah memujamu. Jiwa ini pun sujud dalam dekapan bayang-bayangmu. Kini ku hanya bisa menatap kisah persimpangan yang menjadi penutup akhir kisah cinta kita. Kutelusuri jejek jalan yang kau tempuh dulu hanya untuk memastikan apakah kita ada harapan bisa bersama  lagi. Inilah akhir dari Sepenggal cerita pengharapanku.  ( Inspirasi kisah di masa lalu )

2 thoughts on “Kenangan Yang Terhempas

  1. Apakah kamu masih mengharap kan sosok wanita pujaan kamu.” jujur perasaan serta hati tak dapat bisa di bohongi.

Jadilah Orang Pertama mengomentari tulisan kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s