KSU Mitra Sejahtera Kembangkan Bisinis Perkebunan Karet

Hj.Nanie Ketua KSU Mitra Sejahtera

Karet temasuk Komoditas Perkebunan Unggulan, Karet merupakan tanaman tahunan yang tumbuh subur di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Menurut asal-usulnya, tanaman KARET berasal dari Brasil dan kemudian berkembang di seluruh dunia. Termasuk di negara indonesia Namun saat ini penghasil utama Karet berada di negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia dan Malaysia.

Sejak pembangunan perkebunan di Indonesia dikembangkan oleh pemerintah kolonial Belanda, Pohon Karet telah dijadikan sebagai komoditas unggulan bersama tebu, kopi, teh, tembakau, kina, kapas dan rempah-rempahan lainnya. Demikian halnya setelah perkebunan-perkebunan Belanda dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia, Karet tetap menjadi salah satu komoditas primadona perkebunan. >> Lihat Perkebunan Karet Milik Hj Nanie klik Link di bawah

http://ksumitrasejahtera.wordpress.com/produk/perkebunan-karet/

Bahkan perkebunan Karet masih menjadi primadona incaran bagi pebisnis perkebunan, seperti apa yang telah di lakukan oleh salah seorang pebisnis Agro,yang juga adalah Direktur PT.Agro asf dan Ketua KSU Mitra Sejahtera Hj.Nanie  setelah berhasil mengembangkan berbagai usaha perkebunan seperti: Perkebunan Pepaya California,Jabon,jeruk,Dll.Sekarang kembali melirik peluang di Perkebunan Karet ini,tidak tanggung-tanggung untuk membuktikan keseriusannya Hj.Nanie telah membeli 2 lokasi perkebunan Karet yang luasnya di perkirakan mencapai sekitar 70 hektar, di mana pohon-pahon karet ini sebagian telah siap untuk di lakukan penyadapan getahnya.

“Perlu kita ketahui bahwa kebutuhan karet alam maupun karet sintetik terus meningkat sejalan dengan meningkatnya standar hidup manusia. Pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat pada sepuluh tahun terakhir, terutama China dan beberapa negara kawasan Asia-Pasifik dan Amerika Latin seperti India, Korea Selatan dan Brazil, memberi dampak pertumbuhan permintaan karet yang cukup tinggi, walaupun pertumbuhan permintaan karet di negara-negara industri maju seperti Amerika Serikat, Eropa Barat dan Jepang relatif stagnan. Menurut perkiraan International Rubber Study Group (IRSG), diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade ke depan. Hal ini menjadi kekuatiran pihak konsumen, terutama pabrik-pabrik ban seperti Bridgestone, Goodyear dan Michellin. Hasil studi REP meyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 adalah sebesar 31.3 juta ton untuk industri ban dan non ban, dan 15 juta ton diantaranya adalah karet alam. Pertumbuhan produksi untuk Indonesia dapat dicapai melalui peremajaan atau penaman baru karet yang cukup besar, dengan perkiraan produksi pada tahun 2020 sebesar 3.5 juta ton dan tahun 2035 sebesar 5.1 juta ton.

Itulah sebabnya kenapa bisnis perkebunan Keret kedepan tetap menjadi lahan bisnis yang menjajikan”.(tirta)

Untuk Melihat Perkebunan Karet Milik Hj Nanie Klik link ini:

http://ksumitrasejahtera.wordpress.com/produk/perkebunan-karet/

Jadilah Orang Pertama mengomentari tulisan kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s