Media Tempat Mencari Solusi

Kehadiran media massa baik itu media elektronik,cetak dan online,telah banyak membuat orang dapat di kenal sampai sejagat raya, melalui mediapun orang dapat berbagi informasi sampai kebelahan dunia, media massa telah menjadi tempat untuk berbagai peristiwa. dengan mudahnya kita ketahui tanpa ada batas jarak dan waktu. Berbagai perkembangan peristiwa bisa kita akses melalui media massa.

Di era globalisasi sekarang ini, media massa dengan mudah kita dapati, bahkan peran media sebagian orang sudah menjadi suatu kebutuhan yang tak dapat di pisahkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kehadiran media massa sudah menjadi alat pengambilan suatu solusi dalam pokok persoalan sehari-hari.

Tidak salah jika media itu di katakan guru yang paling loyal terhadap siswanya, selalu ada disaat kita butuh, selalu siap menemani kita di manapun berada. Kehadiran media massa telah banyak memberi perubahan, terutama dalam memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan.

Bahkan kehadiran media perlu kita acungi dua jempol, sebab medialah yang banyak membuat seseorang bisa dengan cepat mendapatkan suatu pencitraan yang positif,

Mungkin kita tidak akan pernah tau artis belahan-belahan dunia jika itu bukan peran media massa, bahkan tidak terhitung lagi orang yang tenar lewat dunia massa, mungkin kita tidak tau siapa itu Norman Kamaru,Shinta-Jojo,Briptu Saiful Bahri serta artis yang lain, yang tenar lewat media massa. Makanya itu kehadiran dunia massa pantas mendapatkan tempat khusus di hati Pencintanya.

Seiring pemberitaan media tersebut, ada citra yang akan menempel pada orang yang diberitakan, baik citra positif maupun citra negatif. Tinggal bagaimana berita yang disampaikan serta tergantung bagaimana anda menyikapinya.

Bukan hanya segelintir orang saja yang bisa tenar di dunia massa tetapi kelompok, lembaga, organisasi, dan perusahaan bisa menjadi mendadak tekenal dan mempunyai citra baik atau negatif melalui pemberitaan media massa.

Pembentukan Citra positif dan negati seseorang atau lembaga itu tergantung juga pada sekelumit orang-orang di lembaga tersebut, meski pemberitaan media itu jelek, tetapi orang atau lembaga tersebut mempunyai kredibilitas yang tinggi, maka pemberitaan tersebut hanya seperti angin yang lalu, paling tidak berita itu akan membangun kesan motifasi terhadap orang-orang di dalamnya, “sebab dalam psikologi komunikasi ada psikologi komunikator, dimana seseorang yang mempunyai kredibilitas dan ethos yang tinggi dan hal ini juga sudah menjadi social judgement (penilaian sosial), maka pemberitaan miring pada seseorang tersebut tidak akan mengakibatkan “Cacat Psiklogi,” karena realitas yang sesungguhnya mengalahkan realitas kedua (second hand reality) yang mau dibuat oleh media massa.

Coba kita berkaca kepada Isu nikah Siri yang melanda penyanyi Raja Dangdut H.Rhoma Irama dengan Angel Elga merupakan contoh kasus yang tidak mempengeruhi pamor, citra dan reputasi keduanya. Ini tidak lepas dari kredibiltias dan ethos yang dimiliki oleh kedua tokoh ini.

Citra dan reputasi positif yang dibangun melalui media massa akan terbentuk secara alami dan bertahan dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu citra dan reputasi seseorang merupakan dua hal yang tidak mudah dikonstruk tanpa melalui tindakan nyata. Kesimpulannya jangan pernah takut dengan pemberitaan media yang anda anggap miring sebab reputasi yang anda bangun selama bertahun-tahun saya yakin sulit mengalahkan Gosip yang Cuma hadir sehari, tanpa di barengi suatu bukti yang nyata. Oleh : Tajuddin Asiz: Direktur Media & Publikasi Indeks Politica Indonesia (IPI)

Mei 24, 2012 Tinggalkan Komentar

Kehadiran media massa baik itu media elektronik,cetak dan online,telah banyak membuat orang dapat di kenal sampai sejagat raya, melalui mediapun orang dapat berbagi informasi sampai kebelahan dunia, media massa telah menjadi tempat untuk berbagai peristiwa. dengan mudahnya kita ketahui tanpa ada batas jarak dan waktu. Berbagai perkembangan peristiwa bisa kita akses melalui media massa.

Di era globalisasi sekarang ini, media massa dengan mudah kita dapati, bahkan peran media sebagian orang sudah menjadi suatu kebutahan yang tak dapat di pisahkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kehadiran media massa sudah menjadi alat pengambilan suatu solusi dalam pokok persoalan sehari-hari.

Tidak salah jika media itu di katakan guru yang paling loyal terhadap siswanya, selalu ada disaat kita butuh, selalu siap menemani kita di manapun berada. Kehadiran media massa telah banyak memberi perubahan, terutama dalam memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan.

Bahkan kehadiran media perlu kita acungi dua jempol, sebab medialah yang banyak membuat seseorang bisa dengan cepat mendapatkan suatu pencitraan yang positif,

Mungkin kita tidak akan pernah tau artis belahan-belahan dunia jika itu bukan peran media massa, bahkan tidak terhitung lagi orang yang tenar lewat dunia massa, mungkin kita tidak tau siapa itu Norman Kamaru,Shinta-Jojo,Briptu Saiful Bahri serta artis yang lain, yang tenar lewat media massa. Makanya itu kehadiran dunia massa pantas mendapatkan tempat khusus di hati Pencintanya.

Seiring pemberitaan media tersebut, ada citra yang akan menempel pada orang yang diberitakan, baik citra positif maupun citra negatif. Tinggal bagaimana berita yang disampaikan serta tergantung bagaimana anda menyikapinya.

Bukan hanya segelintir orang saja yang bisa tenar di dunia massa tetapi kelompok, lembaga, organisasi, dan perusahaan bisa menjadi mendadak tekenal dan mempunyai citra baik atau negatif melalui pemberitaan media massa.

Pembentukan Citra positif dan negati seseorang atau lembaga itu tergantung juga pada sekelumit orang-orang di lembaga tersebut, meski pemberitaan media itu jelek, tetapi orang atau lembaga tersebut mempunyai kredibilitas yang tinggi, maka pemberitaan tersebut hanya seperti angin yang lalu, paling tidak berita itu akan membangun kesan motifasi terhadap orang-orang di dalamnya, “sebab dalam psikologi komunikasi ada psikologi komunikator, dimana seseorang yang mempunyai kredibilitas dan ethos yang tinggi dan hal ini juga sudah menjadi social judgement (penilaian sosial), maka pemberitaan miring pada seseorang tersebut tidak akan mengakibatkan “Cacat Psiklogi,” karena realitas yang sesungguhnya mengalahkan realitas kedua (second hand reality) yang mau dibuat oleh media massa.

Coba kita berkaca kepada Isu nikah Siri yang melanda penyanyi Raja Dangdut H.Rhoma Irama dengan Angel Elga merupakan contoh kasus yang tidak mempengeruhi pamor, citra dan reputasi keduanya. Ini tidak lepas dari kredibiltias dan ethos yang dimiliki oleh kedua tokoh ini.

Citra dan reputasi positif yang dibangun melalui media massa akan terbentuk secara alami dan bertahan dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu citra dan reputasi seseorang merupakan dua hal yang tidak mudah dikonstruk tanpa melalui tindakan nyata. Kesimpulannya jangan pernah takut dengan pemberitaan media yang anda anggap miring sebab reputasi yang anda bangun selama bertahun-tahun saya yakin sulit mengalahkan Gosip yang Cuma hadir sehari, tanpa di barengi suatu bukti yang nyata. Oleh : Tajuddin Asiz: Direktur Media & Publikasi Indeks Politica Indonesia (IPI)

Jadilah Orang Pertama mengomentari tulisan kami

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s